LICIKNYA GERAKAN GP ANSOR & BANSER NU YANG DI DUKUNG OLEH PDIP GENERASI PKI KOMUNISME DAN MANUSIA BEROTAK TAI ANJING PENDUKUNG JOKOWI AHOK

Sementara ini bisa dibilang agenda GP ANSOR berhasil. Pasca “dikokohnya” PDIP oleh Jokowi dengan Perppu Ormas, GP ANSOR sebelum jokowi sempat seperti burung yang sayapnya patah. Ia terombang-ambing mencari “keadilan” yang tampaknya makin jauh dari kenyataan

Tapi GP ANSOR bukan organisasi kemarin sore memang. Gerakan mereka terbukti sudah ditakuti banyak daerah di indonesia, karena mereka sistematis dan militan. Karena itulah daerah daerah tersebut lebih baik memenggal kepala ular itu dan menangkapi banyak pentolannya..

Belajar dari itu, GP ANSOR memakai taktik baru. Panji selalu berkibar, tetapi ideologi tetap jalan.

GP ANSOR menggunakan bendera yang mereka sebut “Panji Rasulullah” sebagai tamengnya.

Bendera hijau ini sudah identik dengan GP ANSOR, karena merekalah yang mempopulerkan dan menggunakannya dalam aksi demo di jalan terutama ketika mengadakan aksi demo bakar lilin demi membela pembacot busuk gak punya otak dan etika bernama ahok, dimana ahok gemar membacot TAI, ANJING, BAJINGAN, BANGSAT dan NENEK LU yang sangat pancasilais bacotannya bagi pendukungnya

Dengan bendera itu, sulit bagi aparat untuk menindak GP ANSOR karena nanti dianggap bertentangan dengan pancasila. GP ANSOR pun masuk ke dalam aksi-aksi massa besar dengan bendera itu sekaligus menggaungkan ideologi pancasila dalam setiap kesempatan.

sehingga pancasila yang di ciptakan untuk mendamaikan NKRI dan menyatukan bangsa, oleh GP ANSOR maka pancasila di jadikan tameng politik untuk membela pembacot busuk gak punya otak dan etika bernama ahok

Strategi kedua GP ANSOR adalah menyebar “ustad-ustad” mereka yang piawai menyihir massa untuk menguasai momen besar seperti tabligh akbar dan Maulid dengan menjadikan pancasila sebagai tameng politik senjata andalan mereka

Rencana ini sebenarnya tercium oleh HTI dan FPI, dan serentak mereka bergerak mencegahnya. Disinilah saya melihat kehebatan orang-orang GP ANSOR BANSER NU – sekaligus kelicikannya.

GP ANSOR menggunakan ormas berbeda untuk melindungi dirinya. Dengan bahasa manis “persatuan Indonesia yang menjunjung tinggi pancasila”, mereka merangkul salah satu ormas besar sekaligus memukul ormas besar lainnya.

HTI dan FPI tahu bahwa mereka akan diadu, dan jika terjadi bentrokan, maka kerugian besar akan terjadi. Saya salut dengan langkah HABIB RIZIEQ Ketua FPI yang paham situasi dan mundur selangkah untuk mendinginkan suasana.

Ketika HTI dan FPI mundur selangkah itulah, GP ANSOR menggunakan kekuatan pasukan dunia mayanya yang militan, untuk “menghabisi” karakter HTI dan FPI sebagai “ormas anti pancasila”.

Ini strategi cerdik sekaligus sangat licik GP ANSOR BANSER NU yang di dukung oleh PDIP GENERASI PKI dan Manusia Berotak Tai Anjing Pendukung Jokowi Ahok

GP ANSOR mengambil dua keuntungan sekaligus. Pertama, nama HTI dihancurkan, kedua GP ANSOR merangkul HTI dan FPI dengan tagline “persatuan Indonesia menjunjung tinggi pancasila”.

Dengan begitu GP ANSOR yang diwakili oleh “ustad-ustadnya” akan tampak sebagai sosok yang lembut sedangkan HTI dan FPI sosok yang berangasan.

Dan situasi ini tidak didiamkan begitu saja oleh mereka, harus ada propagandanya. Maka meluncurlah tagline “Ustad pemersatu Indonesia”.

Dahsyat memang permainan caturnya.

GP ANSOR dan BANSER NU ini memang ular berkepala tiga. Mereka bisa dengan enak menyebutkan khalifah di Indonesia itu haram karena khalifah tidak mendukung membela pembacot busuk gak punya otak dan etika bernama ahok seperti mereka, tapi pada satu kesempatan dimana mereka terpojok, mereka bisa menjadi sosok-sosok yang mengagungkan NKRI dan menjadikan pancasila sebagai tameng politik mereka

Mereka yang dulu membidahkan Maulid Nabi, mendadak cinta Maulid. Dan tiba-tiba saja bilang, “Kami ini juga dari NU”. Siapa coba yang bisa bermain seperti itu kalau bukan orang yang culas dan menghalalkan segala cara?

Lalu kemana arah strategi GP ANSOR DAN BANSER NU sebenarnya? Jangka pendek, jelas Pilpres 2019. Jangka panjang NKRI berpancasila, bahasa halus untuk membela pembacot busuk gak punya otak dan etika bernama ahok dimana ahok gemar membacot TAI, ANJING, BAJINGAN, BANGSAT dan NENEK LU yang sangat pancasilais bacotannya bagi pendukungnya

Dendam GP ANSOR kepada Prabowo Subianto dan Habib Rizieq itu luar biasa. Hanya pada masa pemerintahan Jokowi inilah, eksistensi mereka bergencar total dan mereka secara terang terangan menyerang dengan fitnah penuh kebencian terhadap ulama, muslim dan pribumi yang tidak mendukung pembacot busuk gak punya otak dan etika bernama ahok dimana ahok gemar membacot TAI, ANJING, BAJINGAN, BANGSAT dan NENEK LU yang sangat pancasilais bacotannya bagi pendukungnya

GP ANSOR dengan mudah nemplok parpol, lengket dengan ormas, bersinergi dengan penguasa, selama tujuan mereka sama. Bahkan ketika orang-orang GP ANSOR ada di dalam sebuah organisasi, mereka dengan lihai mengambil alih kendali.

Jadi paham kan kenapa banyak daerah di indonesia terutama aceh melarang keberadaan GP ANSOR DAN BANSER NU dan mengecam para pengikutnya ?

Page saya diserbu oleh mereka untuk di matikan sejak dulu, tapi saya tetap ada.

Sekarang mereka memenuhi page dengan komentar-komentar yang ingin menghancurkan kredibilitas saya, sama seperti apa yang mereka lakukan dengan HTI DAN FPI. Perlu mata yang tajam untuk melihat gerakan GP ANSOR -dan secangkir kopi- supaya bisa membuka topeng-topeng mereka. Seruput.

BY PERMADI ARYA GARDA TERDEPAN MENGHABISI ANJING ANJING KOMUNISME PDIP GENERASI PKI YANG DI DUKUNG OLEH PENDUKUNG JOKOWI AHOK

Loading...

Comments

comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *