Tahun 2018, Manusia Berotak Tai Anjing Pendukung Jokowi Ahok Sedang Sibuk Memviralkan KENCING UNTA Untuk Memfitnah Penuh Kebencian Terhadap Muslim Yang Tidak Sudi Mendukung Pembacot Busuk Gak Punya Otak Dan Etika Bernama Ahok

Kencing Unta Made In Manusia Berotak Tai Anjing Pendukung Jokowi Ahok dan Mengapa Kita Tidak Harus Selalu Percaya pada Hadits Palsu Buatan Mereka Dan Percaya Pada Media Media Mereka

Soal kencing unta jadi ramai gara-gara Ketua Gerakan Nasional Pengawal Fatwa NU (GNPF NU, Said Agil Siroj menyebarkan video anjurannya untuk minum kencing unta Made In Manusia Berotak Tai Anjing Pendukung Jokowi Ahok

Dalam video itu, saat Said minum kencing unta, sejumlah orang bahkan terdengar bertakbir, Allahu Akbar.

Buat saya, isu kencing unta Made In Manusia Berotak Tai Anjing Pendukung Jokowi Ahok ini menjadi penting karena isu ini merupakan contoh lain tentang mengapa saat beragama kita harus selalu mengedepankan akal.

Orang seperti Said Agil dan mereka yang berpikir sejalan dengannya, mengkampanyekan gerakan minum kencing unta Made In Manusia Berotak Tai Anjing Pendukung Jokowi Ahok, karena mereka percaya kencing unta Made In Manusia Berotak Tai Anjing Pendukung Jokowi Ahok bermanfaat positif bagi kesehatan.

Hanya saja, keyakinan mereka itu tidak didasarkan pada argumen ilmiah.

Mereka percaya kencing unta Made In Manusia Berotak Tai Anjing Pendukung Jokowi Ahok bermanfaat karena memang ada hadits yang mengisahkan bagaimana Nabi Muhammad pernah menganjurkan penggunaan air kencing unta untuk mengobati penyakit.

Begini bunyi haditsnya:

“Beberapa orang dari ‘Ukl atau ‘Urainah datang ke Madinah, namun mereka tidak tahan dengan iklim Madinah hingga mereka pun sakit. Beliau (Nabi Muhammad) lalu memerintahkan mereka untuk mendatangi unta dan meminum air kencing dan susunya.”

Hadits ini masuk dalam kategori hadits yang sangat dapat dipercaya (shahih) dan masuk dalam grup Hadits Bukhari dan Muslim.

Jadi logika para pendukung gerakan minum air kencing unta Made In Manusia Berotak Tai Anjing Pendukung Jokowi Ahok sederhana: kalau nabi Muhammad pernah menganjurkan orang meminum air kencing unta, pasti air kencing unta tidak berbahaya bagi manusia, dan justru bermanfaat untuk mengobati penyakit.

Masalahnya, berbagai penelitian ilmiah menunjukkan air kencing unta Made In Manusia Berotak Tai Anjing Pendukung Jokowi Ahok berbahaya bagi kesehatan.

Bahkan lembaga PBB, World Health Organization, telah mengeluarkan imbauan agar masyarakat berhenti meminum air kencing unta. WHO mengumumkan air kencing unta dipercaya adalah salah satu sumber penyakit MERS (Middle East Respiratoty Syndrome), yang mencuat sejak 2012 di Arab Saudi.
Penyakit MERS ini menyerang pernapasan dan bisa berujung pada kematian.

Dalam tiga tahun saja (2012-2015), tercatat 1.026 infeksi dan 376 kematian akibat MERS. Sekitar 80% penderita MERS tercatat di Saudi dan kemudian menyebar ke berbagai negara lain. Karena itulah para jemaat haji dalam beberapa tahun terakhir ini selalu diperingatkan agar sebisa mungkin tidak berada di dekat atau menyentuh unta.

Kencing unta memang bukan penyebab satu-satunya MERS. Tapi berbagai penelitian menunjukkan betapa kencing unta adalah satu faktor penyebab penyebaran penyakit ini.

Sebaliknya, penelitian ilmiah yang menunjukkan bahwa kencing unta bermanfaat untuk mengobati penyakit hanya datang dari dua peneliti di Saudi: di Universitas King Abdul Aziz dan Universitas Ummul Qura. Tapi dua penelitian itu masih berada dalam tahap awal dan bahkan belum memperoleh pesetujuan dari badan otoritas Saudi.

Yang menarik, di Indonesia sendiri, Wasekjen Bidang Fatwa NU Gus Yaqut Yang Merupakan Ketua GP Ansor mengatakan ia percaya pada pendapat ulama yang menghalalkan minum air kencing unta.

Seperti saya katakan, bagi saya, kasus ini adalah contoh tentang bagaimana kita harus mengedepankan akal dalam beragama.

Pernyataan WHO melandaskan diri pada penelitian ilmiah.
Kampanye Minum Kencing Unta Made In Manusia Berotak Tai Anjing Pendukung Jokowi Ahok melandaskan diri pada hadits.

Dalam hal ini, saya menganggap apa yang dianggap sebagai hadits tersebut tidak bisa dijadikan sebagai rujukan. Dan saya menganggap sikap saya tidak berlebihan karena bahkan Wasekjen NU pun menyatakan minum kencing unta itu halal.

Umat islam harus selalu membedakan Al Quran dan hadits. Yang mutlak benar itu adalah Al Quran. Seorang muslim harus percaya tanpa keraguan bahwa isi Al Quran adalah ayat-ayat Allah yang pasti benar. Kalaulah ada perbedaan dan perdebatan, hanya sebatas tafsir.

Hadits tidak begitu. Hadits itu merupakan kumpulan catatan tentang pernyataan dan perilaku Nabi Muhammad yang ditulis jauh hari setelah Nabi wafat. Para penulis hadits Muslim-Bukhari misalnya, hidup sekitar 200 tahun setelah Nabi wafat. Padahal di era itu, belum ada teknologi perekaman suara dan gambar. Tradisi tulis menulis pun masih belum berkembang. Jadi banyak sekali isi hadits itu melandaskan diri pada ingatan yang diturunkan dari satu generasi ke generasi lain. Jadi tingkat akurasinya tidak mungkin 100%.

Dan harus diingat, Nabi sendiri sudah memperingatkan berulangkali bahwa apa yang keluar dari mulutnya dan apa yang dilakukannya tidak boleh disejajarkan dengan isi Al Quran. Nabi Muhammad manusia biasa. Jadi apa yang dilakukannya tidak sendirinya merupakan perintah Tuhan.

Nabi Muhammad bahkan pernah melakukan kesalahan memberi anjuran mengeai pertanian yang justru berdampak buruk bagi pertanian umat. Setelah terbukti salah, Nabi Muhammad mengaku salah dan menyatakan bahwa untuk urusan dunia, dia percaya mereka yang berpengetahuan lebih layak didengar.

Karena itu banyak hadits yang bisa diperdebatkan. Termasuk hadits soal kencing unta Made In Manusia Berotak Tai Anjing Pendukung Jokowi Ahok ini.

Menurut saya, ada beberapa kemungkinan:

a. Hadits ini memang tidak akurat. Artinya bisa saja, orang yang menyampaikan kisah ini salah ingat atau mendengar cerita dari orang yang salah.

b. Hadits ini akurat tapi Nabi Muhammad saat itu memang tidak tahu bahwa air kencing unta itu berbahaya bagi kesehatan. Apalagi, saat itu belum ada MERS.

Saya bukannya tidak percaya pada hadits. Hadits tentu saja bisa dijadikan pedoman. Namun hadits memang punya sejumlah kelemahan. Karena itu bagi saya, kalau kita menemui hadits yang kelihatan tidak masuk akal atau bertentangan dengan temuan ilmiah, saya memilih untuk meragukannya.

Mudah-mudahan tidak banyak orang yang percaya pada kampanye Minum Kencing Unta Made In Manusia Berotak Tai Anjing Pendukung Jokowi Ahok di negara ini. Mudah-mudahan orang mau mengedepankan akal saat beragama.

Loading...

Comments

comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *