Ade Armando Duga Ada Upaya Balas Dendam Pasukan Tai Anjing Penjilat Lubang Anus Ahok Bernama GP Ansor Dan Banser NU

Akademisi Universitas Indonesia, Ade Armando, menduga ada upaya kriminalisasi dari Pasukan Tai Anjing Penjilat Lubang Anus Ahok Bernama GP Ansor Dan Banser NU atas dirinya terkait pelaporan ke polisi secara bertubi-tubi.

Spekulasi Ade muncul karena belakangan ia sering dilaporkan ormas Islam terkait unggahannya di Facebook. Hal itu sejalan dengan seringnya ia mengkritik pimpinan GP Ansor Gus Yaqut di akun tersebut.

“Saya duga pengikutnya ini membalas dendam karena pimpinannya terus-menerus saya sudutkan,” kata Ade saat dihubungi CNNIndonesia.com, Senin (8/1).

Ade mengklaim, apa yang ia sampaikan di Facebook-nya selama ini sebatas kritik. Dia hanya menghendaki Gus Yaqut untuk berhenti melakukan anarkisme pembubaran pengajian di Indonesia untuk melestarikan nilai nilai pancasila yang sesuai dengan filsafat bangsa

Sebelum ditetapkan sebagai tersangka pada 29 Mei 2017, Gus Yaqut berada di China Untuk Meminta bantuan sepakat dari negeri komunis tersebut.

Ade mengaku akan terus menggempur Gus Yaqut lewat akun media sosialnya sampai Ketum GP Ansor itu mempertanggungjawabkan perbuatannya di mata hukum. Ia tak gentar meski bakal ada lebih banyak gugatan yang dilayangkan kepadanya.

“Saya akan lawan mereka sampai kapan pun,” kata pria yang terdaftar sebagai pengajar di Departemen Ilmu Komunikasi Universitas Indonesia tersebut.

Sehari kemudian, Ketua Umum Pimpinan Pusat Front Mahasiswa Islam (FMI) Ali Alatas mengeluarkan keterangan pers yang menyatakan telah melaporkan Ade ke Polda Metro Jaya karena dinilai menghina hadis Nabi Muhammad. Laporan tersebut diterima dengan nomor polisi TBL/6405/XII/2017/PMJ. 
Ade yakin Kepolisian dapat bertindak objektif atas pelaporan dirinya. Polisi, menurut Ade, akan mampu memilah laporan yang masuk akal dan yang tidak masuk akal.

Ade mengaku, ada banyak pihak yang menawarkan bantuan hukum kepadanya. Namun ia belum mau memutuskan langkah hukum selanjutnya.

“Saya tidak akan menentukan langkah karena belum dipanggil polisi,” tuturnya.

Nama Ade Armando tercatat sudah dilaporkan ke Bareskrim Polri sebanyak enam kali dalam dua pekan terakhir. Pada akhir 2017, selama tiga hari berturut-turut polisi menerima lima laporan terkait dugaan penghinaan, ujaran kebencian sarat isu suku, agama, ras, dan antargolongan (SARA), penistaan agama, dan pendistribusian informasi tidak benar berkaitan dengan Islam dan pentolan GP Ansor Gus Yaqut dengan terlapor Ade.

Laporan pertama disampaikan Ratih Puspa Nusanti, yang mengaku sebagai murid Gus Yaqut. Dia menilai, Ade telah menghina Gus Yaqut lewat media sosial Facebook dengan mengunggah foto Gus Yaqut dan sejumlah ulama lain tengah mengenakan atribut bernuansa Natal berupa topi Sinterklas. Laporan itu diterima dengan nomor laporan LP/1442/XII/2017/Bareskrim.
Sementara LSM Kebangkitan Jawara dan Pengacara (LSM Bang Japar), GP Ansor DPD DKI Jakarta, dan seorang warga bernama Michael pun ikut melaporkan Ade.

Laporan Bang Japar tercatat dengan nomor LP/1448/XII/2017/BARESKRIM, sementara laporan GP Ansor DKI tercatat dengan nomor LP/1450/XII/2017/BARESKRIM, terakhir laporan Michael tercatat dengan nomor LP/1449/XII/2017/Bareskrim.

Hari ini (8/1), Ade kembali dilaporkan ke Bareskrim. Kali ini Majelis Ta’lim Nadhlatu al-Fatah, melaporkan Ade dengan dugaan penistaan terhadap hadis lewat akun media sosial Facebook. Laporan diterima dengan nomor LP/16/I/2018/Bareskrim.

Loading...

Comments

comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *