Fahri Hamzah: Tragedi di Asmat Bukti Kebijakan Pemerintah yang Gagal

Fahri Hamzah: Tragedi di Asmat Bukti Kebijakan Pemerintah yang Gagal
Puluhan anak-anak meninggal dunia akibat gizi buruk dan campak di Asmat, Papua. Fenomena tersebut dinilai sebagai kejadian yang memilukan di tengah pembanganunan infrastruktur yang masif oleh pemerintah.
Wakil Ketua DPR Fahri Hamzah berpendapat, peristiwa yang terjadi di Asmat merupakan tragedi kemanusiaan. Menurut Fahri, pemberitaan di media internasional telah menyebutkan bahwa anak-anak yang meninggal dunia di Asmat akibat gizi buruk dan campak mencapi ratusan.
“Kok bisa ada rakyat di suatu kabupaten meninggal begitu banyak oleh campak dan gizi buruk. Ini luar bisa kegagalan kita bernegara. Harus ada penangananan segera supaya korban tidak bertambah,” ucap Fahri di Gedung DPR RI, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (24/1).
Menurut Fahri, gizi buruk dan campak di Asmat tak mungkin terjadi secara tiba-tiba. Dia mengatakan, Ada suatu kesalahan tata kelola bahan pangan yang dilakukan oleh negara di Kabupaten Asmat.
“Orang Papua punya tradisi mengelola makanannya dan gizi yang tak pernah ada masalah. Tapi sekarang ini ada mekanisme yang salah, misal memaksakan beras. Sebab, tidak bisa orang itu tiba-tiba gizi buruk dan campak,” ungkap Fahri.
Dia melanjutkan, solusi pemerintah untuk merelokasi penduduk Asmat tidak tepat. Sebab, warga yang direlokasi justru bisa memicu masalah lain di daerah baru.
“Tidak bisa begitu, nanti orang curiga ada apa. Jangan-jangan orang bilang ada emas. Begitu kan nanti kecurigaan orang,” paparnya.
Fahri menambahkan, bahan pangan pokok masyarakat di Papua adalah sagu dan umbi-umbian. Tetapi, pemerintah justru mengusulkan bantuan berupa pembangunan infrastruktur dan pembukaan lahan sawah untuk bercocok tanam padi.
“Mereka biasa makan sagu dan ubi, tiba-tiba kita memaksakan mereka makan beras. Padahal mereka tidak punya sawah, akhirnya ketergantungan. Akibatnya ketika suplai berkurang, akibatnya adalah busung lapar. Ini yang tidak boleh,” tutup Fahri.
Sebelumnya, Presiden Joko Widodo mengadakan pertemuan dengan kepala daerah di Papua untuk membicarakan gizi buruk yang melanda Asmat, di Istana Bogor, Selasa (23/1). Jokowi mengusulkan, agar warga yang terdampak gizi buruk dan campak direlokasi. [kmp]
Loading...

Comments

comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *