seperti inilah kelakukan kaum peminum air kencing anjing pendukung jokowi ahok pimpinan denny siregar dan permadi arya untuk memfitnah penuh kebencian terhadap umat islam yang tidak mendukung jokowi ahok

KAMPRET

Ramai terdengar kepak sayap bergerak di malam hari..
Berisik tak henti-henti..
Mencari sasaran, “Siapa malam ini yang bisa kita maki ? Apakah Jokowi atau Permadi ?”
“Ahh enak maen di pagenya si Denny. Meski dia cuek beibi, tapi kita bisa puaskan hati..”

Terbanglah mereka dari kejauhan..
Melewati sawah dan hutan..

Di bawah ibu tikus dan anaknya asik memandang..
Anak tikus bertanya, “Bu, mereka kok mirip kita ya ?”
Ibu tikus menjawab, “Mereka memang saudara kita, nak.. hanya ambil jurusan penerbangan..”

“Denny nulis apa hari ini ?” Tanya salah satu dari mereka..
“Gak ada, cuman nulis “Pret” gitu doang..”
“Sial. Itu berarti dia menghina agama kita ! Kita kesana hajar dia. Mari kawan-kawan.. Take prett !!”

Para kampret mengacungkan satu cakar ke atas sebagai tanda, “Tidak ada yang kita takuti, kecuali buah durian..” Mereka lalu mempercepat terbangnya..

Sampailah mereka di statusnya Denny..
Terlihat disana para cebong ketawa riang gembira
Mentertawakan meme seekor kampret yang tidur dengan otak diatas
Dengan tulisan besar-besar, “Sudah move on rupanya..”

Para kampret terbang meluncur kebawah..
Kepak sayap mereka terdengar seperti irama
“ILC, ILC, ILC…” begitu bunyinya.
Lalu mereka menyanyikan mars bersama, “Jika tak mampu menari, jangan salahkan lantainya..”
Mars ciptaan Prof Gerung gerung, dosen idola mereka.

“Woi bonggg.. kalian ngapain ketawa-ketawa ? Dasar IQ 2000 sekolam !”
Begitulah cara mereka menyapa.

Kampret yang lain ketawa.
Ada yang ngakak sampe kentut berbusa.

Akhirnya ramailah status dengan kehadiran kampret
Yang memang ditunggu-tunggu kehadirannya
Sebagai penghibur sesudah seharian lelah bekerja

“Kampret memang gada matinya !” Para cebong tertawa terbahak. Lupa semua masalah dunia..

Selesai sudah..
Sudah mau subuh..
Kampret harus pulang ke sarangnya
Waktu untuk tidur sudah tiba..

Di sarang, mereka kembali bergelantungan
Satu persatu memejamkan mata
“Ah, indahnya hidup…” Pikir mereka.

Lamat lamat terdengar lagu qasidah dari rumah seseorang.
“Tidak akan kuserahkan, pada kampret yang durhakaaaa… ”

“Lu kencing ya ???” Terdengar salah satu kampret protes keras.
“Kok tau ???” Kata temannya.
“Ini. Kena muka gua !!!”

Begitulah hidup kampret
Dan mereka menikmatinya..

Denny Siregar

Loading...

Comments

comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *